
ACEH BESAR, 17 Oktober 2026 – Tim Pengabdian Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala (FEB USK) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dayah Samudera Pasai Madani, Aceh Besar, pada Sabtu (17/10). Kegiatan ini memadukan pengenalan pendidikan tinggi dengan edukasi pembangunan berkelanjutan melalui program Santri for Sustainability: Jelajah Dayah Lestari. Kedua program tersebut merupakan wujud kontribusi Departemen Akuntansi USK dalam memperluas akses informasi pendidikan sekaligus menumbuhkan kesadaran santri terhadap pentingnya keberlanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala Departemen Akuntansi FEB USK, Dr. Nuraini A., S.E., Ak., M.Si. Selanjutnya, memperkenalkan Departemen Akuntansi FEB USK, program studi yang tersedia, serta peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan wawasan dan pengenalan kesempatan pendidikan tinggi kepada para santri.
Program berikutnya adalah Santri for Sustainability: Jelajah Dayah Lestari, yang merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKMBPB). Program ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Dr. Ratna Mulyany, BACC, MSACC; Maya Febrianty Lautania, S.E., Ak., M.M., M.Si.; Prof. Dr. Iskandar AS, S.Pd., M.App. Ling.; Cut Darmawati, S.E., M.Si., Ak.; dan Biizni Putri Bengi, S.E., M.Acc.
Dalam sesi edukasi, Dr. Ratna Mulyany menyampaikan materi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta keterkaitannya dengan nilai-nilai Islam. Para santri diajak memahami bahwa keberlanjutan tidak hanya menyangkut pelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan, kesejahteraan sosial, penggunaan sumber daya secara bijak, dan tanggung jawab terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diperkenalkan melalui contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan dayah.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim pengabdian menghadirkan permainan papan interaktif Santri for Sustainability: Jelajah Dayah Lestari yang mengadaptasi konsep permainan Monopoli. Melalui permainan ini, para santri diajak menyelesaikan berbagai tantangan yang berkaitan dengan penerapan SDGs, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghemat air dan energi, mengurangi sampah, menerapkan perilaku hidup sehat, serta membangun kebiasaan konsumsi yang bertanggung jawab.
Permainan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Para santri berdiskusi, mengambil keputusan, menyelesaikan tantangan, dan bekerja sama dalam kelompok. Tim pengabdian bersama mahasiswa turut mendampingi jalannya permainan serta membantu peserta menghubungkan materi dengan tindakan nyata yang dapat diterapkan di lingkungan dayah.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para santri. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis permainan, konsep SDGs menjadi lebih mudah dipahami karena disampaikan melalui pengalaman langsung, diskusi, dan pemecahan masalah. Pendekatan ini sekaligus mendorong pembentukan kebiasaan positif dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Kepala Departemen Akuntansi FEB USK, Dr. Nuraini A., S.E., Ak., M.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat membantu para santri memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan.
“Kami sangat senang dan bangga dapat mengunjungi Dayah Samudera Pasai Madani. Pada kesempatan ini, kami mencoba mengimplementasikan permainan berbasis SDGs untuk meningkatkan pemahaman santri tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, kami berharap para santri tidak hanya memahami konsep SDGs, tetapi juga terdorong untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan dayah maupun di masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian ini berkontribusi terhadap beberapa tujuan SDGs. Selain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengenalan pendidikan tinggi dan pembelajaran inovatif, edukasi mengenai perilaku hidup sehat dan kebersihan mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pembahasan tentang penghematan air dan sanitasi berkaitan dengan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak). Selanjutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), sedangkan pengurangan sampah dan pemanfaatan sumber daya secara bijak sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Edukasi mengenai penghematan energi dan kepedulian terhadap lingkungan juga memperkenalkan nilai-nilai yang relevan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Selain aspek pendidikan dan lingkungan, diskusi serta kerja sama dalam permainan turut menanamkan nilai musyawarah, sikap saling menghargai, dan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan dialog, kolaborasi, dan partisipasi dalam mencapai tujuan bersama.
Melalui kedua program pengabdian ini, Tim Pengabdian Departemen Akuntansi USK berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam memperluas wawasan pendidikan, meningkatkan literasi keberlanjutan, dan menumbuhkan kepedulian sosial serta lingkungan di kalangan santri. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pendidikan dan pembiasaan perilaku berkelanjutan yang dapat dimulai dari lingkungan dayah.



