Dalam rangka memperkuat jejaring akademik internasional dan meningkatkan kualitas kolaborasi riset global, Kaprodi D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ratna Mulyany, melaksanakan kegiatan academic visit dan kolaborasi penelitian di IPAG Business School, Paris, Prancis pada tanggal 16–25 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Hibah International Collaborative Research – Equity (ICR-Equity) LPDP Tahun 2026 yang bertujuan mendorong kolaborasi penelitian internasional antara akademisi Indonesia dan mitra perguruan tinggi bereputasi dunia. Program ini diharapkan dapat menghasilkan luaran penelitian berkualitas tinggi sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam jejaring akademik global.

Kunjungan akademik tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan resmi dari IPAG Business School yang ditandatangani oleh Prof. Maria Giuseppina Bruna selaku Dean for Research, Dissemination and Impact. Dalam surat undangan tersebut, Dr. Ratna Mulyany diundang untuk melaksanakan short-term academic visiting fellowship guna mendukung pengembangan kolaborasi penelitian pada bidang keuangan, tata kelola perusahaan, dan keberlanjutan.

Selama berada di Paris, Dr. Ratna Mulyany mengikuti berbagai kegiatan akademik yang meliputi konsultasi penelitian, diskusi ilmiah, pengembangan proposal riset bersama, serta penyusunan publikasi ilmiah kolaboratif dengan para akademisi di IPAG Business School. Kegiatan kolaborasi ini berada di bawah supervisi akademik Associate Professor Ahmed Imran Hunjra, seorang pakar di bidang green finance, Environmental, Social and Governance (ESG), serta keuangan berkelanjutan.

Fokus utama kolaborasi penelitian ini mencakup isu-isu strategis yang semakin mendapat perhatian di tingkat global, seperti keberlanjutan korporasi, tata kelola organisasi, keuangan berkelanjutan, dan pengembangan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Melalui diskusi intensif dengan para peneliti IPAG Business School, berbagai peluang penelitian bersama dan publikasi internasional berhasil diidentifikasi untuk dikembangkan pada masa mendatang.

Selain kegiatan akademik di IPAG Business School, Dr. Ratna Mulyany juga berkesempatan melakukan kunjungan dan diskusi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Paris. Pertemuan tersebut menjadi sarana yang berharga untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Prancis, peluang penguatan jejaring akademik internasional, serta berbagai inisiatif yang dapat mendukung mobilitas dosen dan mahasiswa, kolaborasi penelitian, serta internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia.

Diskusi tersebut juga memberikan wawasan yang lebih luas mengenai peran diplomasi pendidikan dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Selain itu, pertemuan dengan perwakilan KBRI Paris membuka peluang sinergi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kerja sama internasional Universitas Syiah Kuala dengan berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Eropa.

Menurut Dr. Ratna Mulyany, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memperluas perspektif akademik dan memperkuat jejaring internasional yang selama ini telah dibangun oleh Universitas Syiah Kuala.

“Academic visit ini memberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan para akademisi internasional, mengembangkan ide-ide penelitian bersama, serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Selain menghasilkan luaran penelitian, kegiatan seperti ini juga penting dalam meningkatkan visibilitas dan reputasi internasional Universitas Syiah Kuala,” ujarnya.

IPAG Business School merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Prancis yang memiliki reputasi kuat dalam bidang bisnis, manajemen, keuangan, dan keberlanjutan. Dengan jaringan internasional yang luas, institusi ini menjadi mitra strategis bagi berbagai universitas di dunia dalam pengembangan pendidikan dan penelitian berbasis kolaborasi global.

Partisipasi aktif dosen Universitas Syiah Kuala dalam program kolaborasi internasional seperti ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target internasionalisasi universitas, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi internasional, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat kontribusi USK dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di tingkat internasional

Categories:

Tags: