
Ketua Program Studi D3 Akuntansi Universitas Syiah Kuala, Dr. Ratna Mulyany, berpartisipasi dalam The 11th International National Economy Model (NEM) Congress yang diselenggarakan di Wina, Austria, pada tanggal 7 – 8 Februari 2026. Kegiatan internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari lebih dari 20 negara untuk mendiskusikan berbagai isu ekonomi global serta model-model alternatif pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Partisipasi Dr. Ratna Mulyany dalam forum bergengsi tersebut merupakan undangan langsung dari panitia penyelenggara yang dipimpin oleh Prof. Ibrahim Halil Eksi dari Gaziantep University, Turkey, yang juga bertindak sebagai salah satu Chair Committee kongres. Melalui partisipasi ini, Universitas Syiah Kuala turut mengambil bagian dalam diskusi akademik internasional mengenai berbagai pendekatan baru dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Salah satu fokus utama kongres adalah pembahasan mengenai National Economy Model (NEM) yang diperkenalkan oleh almarhum Prof. Haydar Bas. Konsep ini menawarkan perspektif alternatif dalam pemikiran ekonomi yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan peran negara dalam menciptakan pemerataan ekonomi. Bagi peserta, termasuk Dr. Ratna Mulyany, forum ini memberikan wawasan baru mengenai berbagai pendekatan ekonomi yang berkembang di tingkat global.
Selain mengikuti sesi-sesi ilmiah dan diskusi panel, kegiatan ini juga menjadi sarana yang sangat berharga untuk memperluas jejaring akademik internasional. Berbagai kesempatan diskusi dan pertukaran gagasan dengan peserta dari berbagai negara membuka peluang kolaborasi penelitian dan kerja sama akademik di masa mendatang.
“Partisipasi dalam konferensi ini memberikan banyak pembelajaran dan perspektif baru mengenai berbagai model ekonomi alternatif yang berkembang di dunia. Selain itu, kesempatan untuk berinteraksi dengan akademisi dari berbagai negara menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi penelitian di masa depan,” ujar Dr. Ratna Mulyany.
Dr. Ratna juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas profesionalisme dan keramahan selama kegiatan berlangsung. Panitia menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta internasional, mulai dari akomodasi, transportasi bandara, hingga layanan selama konferensi tanpa biaya tambahan bagi peserta yang diundang.
Keikutsertaan dalam forum internasional seperti ini diharapkan dapat memperkuat reputasi Universitas Syiah Kuala di tingkat global serta mendukung pengembangan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


