Dalam rangka mendukung pengembangan penelitian sekaligus memperluas jejaring internasional, Kaprodi D3 Akuntansi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ratna Mulyany, melakukan kunjungan akademik ke kantor pusat Islamic Community Milli Gorus (IGMG) di Koln, Jerman, pada 22 Mei 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akademik selama pelaksanaan academic visit dan kolaborasi riset di Eropa yang didukung melalui Hibah International Collaborative Research-Equity (ICR-Equity) LPDP 2026.

IGMG dikenal sebagai salah satu organisasi masyarakat Islam terbesar di Eropa yang memiliki jaringan luas di berbagai negara, termasuk Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Austria, dan sejumlah negara Eropa lainnya. Organisasi ini aktif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pengembangan generasi muda, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, kegiatan kemanusiaan, hingga penguatan identitas dan kehidupan keagamaan komunitas Muslim di Eropa bahkan diluar Eropa.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Ratna Mulyany berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah figur penting di lingkungan IGMG, termasuk Ibu Ilknur Kucuk. Diskusi yang berlangsung hangat membahas berbagai aspek pengelolaan organisasi, strategi pemberdayaan komunitas Muslim di Eropa, pengembangan program pendidikan dan kepemudaan, serta tantangan yang dihadapi organisasi masyarakat Islam dalam konteks masyarakat multikultural.

Kunjungan ini tidak hanya bertujuan memperluas wawasan mengenai pengelolaan organisasi masyarakat Islam pada tingkat internasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda penelitian yang sedang dijalankan oleh Dr. Ratna Mulyany. Sebagai akademisi yang menaruh perhatian pada isu tata kelola, akuntabilitas, pemberdayaan masyarakat, dan organisasi berbasis nilai-nilai Islam, pengalaman IGMG dalam mengelola jaringan organisasi yang luas dan kompleks memberikan perspektif yang sangat berharga bagi pengembangan penelitian di bidang tersebut.

Salah satu hal yang paling mengesankan selama kunjungan adalah struktur organisasi IGMG yang sangat komprehensif dan profesional. Organisasi ini memiliki sistem tata kelola yang terintegrasi dengan pembagian fungsi yang jelas pada berbagai bidang kegiatan. Selain itu, fasilitas yang dimiliki IGMG juga sangat memadai untuk mendukung pelaksanaan program-program organisasi, mulai dari kegiatan pendidikan, pelatihan kepemimpinan, pembinaan generasi muda, pemberdayaan perempuan, pelayanan sosial, hingga berbagai program kemasyarakatan lainnya.

Keberhasilan IGMG dalam membangun dan mempertahankan jaringan organisasi yang kuat di berbagai negara Eropa menunjukkan pentingnya tata kelola organisasi yang efektif, kepemimpinan yang visioner, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang. Berbagai program yang dijalankan juga menunjukkan bagaimana organisasi berbasis nilai-nilai Islam dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan komunitas dan penguatan kohesi sosial di tengah masyarakat yang beragam.

Menurut Dr. Ratna Mulyany, kunjungan ini memberikan wawasan yang sangat berharga baik dari sisi akademik maupun praktik kelembagaan. “Saya sangat terkesan dengan bagaimana IGMG membangun sistem organisasi yang profesional, terstruktur, dan berkelanjutan. Program-program yang dijalankan mencerminkan komitmen yang kuat terhadap pendidikan, pengembangan generasi muda, pemberdayaan perempuan, dan pelayanan sosial. Kunjungan ini sangat relevan dengan agenda penelitian yang sedang saya lakukan karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik tata kelola dan akuntabilitas organisasi Islam yang beroperasi dalam konteks internasional,” ungkapnya.

Selain memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian, kunjungan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring internasional dan pertukaran pengetahuan mengenai praktik-praktik baik (best practices) dalam pengelolaan organisasi masyarakat sipil. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan lembaga pendidikan, organisasi sosial-keagamaan, dan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas kolaborasi global, serta mendorong penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap praktik-praktik kelembagaan yang sukses di tingkat internasional.

Categories:

Tags: