Darussalam – Senin (13/11/2023), LPPM USK (Lembaga  Penilitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala) menyelenggarakan kegiatan konferensi internasional dengan menghadirkan peserta yang terdiri dari peniliti, dosen, dan mahasiswa yang berasal dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Bangladesh, Australia, Jepang, Spanyol, Hongaria, AS, dan Jerman. Mahasiswa diberikan pendanaan oleh FEB USK untuk melakukan presentasi pada konferensi internasional tersebut. Tahun 2023 menjadi tahun ke-13 konferensi internasional tersebut dilaksanakan. Kegiatan ini berjudul “THE 13th ANNUAL INTERNATIONAL CONFERENCE UNIVERSITAS SYIAH KUALA” atau lebih dikenal dengan sebutan AIC 2023. Kegiatan ini bertemakan “Science and Technology on Coffe and Other Local Commodities for Enhancing Human Prosperity”, yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dari tanggal 13 s/d 14 November 2023 secara hybrid mulai pukul 08:00 s/d 16:25 wib. Konferensi ini bertujuan untuk mempromosikan kolaborasi penelitian dan inovasi melalui diseminasi, diskusi, pertukaran, dan berbagi di antara para peniliti, praktisi, akademisi, dan mahasiswa.

Kegiatan AIC 2023 resmi dibukakan langsung oleh Ketua Panitia AIC ke-13, Bapak Prof. Ir. Sugianto, MSc., Ph.D dan kemudian dilanjutkan oleh rektor Universitas Syiah Kuala, Bapak Prof. Dr. Ir. Marwan. Rangkaian acara ini berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.

Mahasiswa D3 Akuntansi, Almadinatul Zuhra dengan NPM 2101003010021, berpatisipasi dalam acara tersebut sebagai presenter mewakili tim peniliti yang diketuai oleh Ibu Dr. Ratna Mulyany, BACC., MSACC yang juga merupakan Koordinator Program Studi D3 Akuntansi.

Almadinatul Zuhra mengemukakan artikel penilitian dengan judul “The Effectiveness of Indonesian’s KUR Micro-Credit Facility in the Development of MSMEs”. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejauh mana penyaluran fasilitas kredit mikro (KUR) efektif dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan mengambil kasus pada UMKM yang memperoleh KUR dari salah satu bank syariah besar di Banda Aceh, Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa mekanisme penyaluran KUR kepada UMKM telah melalui beberapa tahapan yaitu tahap pengajuan, tahap pemeriksaan kredit, tahap keputusan kredit dan tahap pencairan kredit dan berjalan dengan efektif, meskipun terdapat beberapa permasalahan seperti masih banyak nasabah yang belum. memahami persyaratan pengajuan KUR dimana mereka diharuskan telah menjalankan usaha minimal 6 bulan. Banyaknya nasabah yang mempunyai pinjaman di bank lain, usaha nasabah berubah sehingga menyulitkan bank untuk menilai kemampuan pembayaran kreditnya. Selain itu kendala lain dalam mencapai efektivitas KUR adalah tidak jarang agunan tidak atas nama pemohon sendiri sehingga kepastian hukum masih sulit diperoleh, sosialisasi KUR pada UMKM belum optimal dan tingkat penyaluran KUR belum merata di seluruh sektor perekonomian. Tak hanya itu, di masa pandemi Covid-19 tantangan tersendiri saat melakukan survei kepada nasabah, apalagi sejak pemerintah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang pada akhirnya berdampak pada sulitnya interaksi antara nasabah dan bank. Kegiatan konferensi ini mencakup berbagai topik, dibagi menjadi tiga jalur: Sains dan Teknik; Ilmu Lingkungan dan Kehidupan; dan Ilmu Sosial. Selain kegiatan presentasi kegiatan AIC 2023 juga mengadakan pameran menarik produk-produk inovatif dari pusat penilitian dan profesor yang ada di Universitas Syiah Kuala. Kegiatan konferensi yang dilakukan dapat memperkuat kolaborasi akademik dan industri untuk meningkatkan penelitian dan inovasi, guna meningkatkan kualitas kehidupan dan kemanusiaan di masa yang akan datang.

Categories:

Tags: